Tampilkan postingan dengan label Ibu dan Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibu dan Anak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Juli 2011

Bilirubin Pada Bayi

Jangan anggap remeh, ya, Bu-Pak. Segera konsultasikan
ke dokter agar tak
berakibat fatal. Sekitar 40-50 persen bayi lahir cukup
bulan,jelas
dr.Purnamawati S. Pujiarto, SpA(K), MMPaed., mengalami
kuning. "Biasanya
kuningnya itu disebut kuning fisiologis alias bukan
karena kelainan atau
penyakit melainkan fungsi organnya, yaitu hati, belum
matang." Yang seperti
ini, lanjutnya, biasanya tak berbahaya karena akan
cepat teratasi
dengan berjalannya waktu.

Bayi kuning, ungkap spesialis anak dari Bagian
Hepatologi Anak RSUPN Cipto
Mangunkusumo Jakarta ini, disebabkan meningkatnya
kadar bilirubin dalam
darah. Normalnya, secara berkala sel darah merahnya
akan dipecah. Nah,
kandungan "sampah" dari proses pemecahan itu disebut
bilirubin indirek.
Semasa janin, bilirubin indirek ini akan dibuang oleh
plasenta dan masuk ke
hati ibu untuk selanjutnya diproses di hati menjadi
bilirubin direk dan
dibuang tinja. Bilirubin indirek memang harus dibuang
karena dalam kadar
tinggi dapat bersifat sebagai racun.
Segera setelah lahir, bayi harus mengolah sendiri
bilirubin indirek di
hatinya. Tapi karena fungsi hatinya belum sempurna
lantaran belum matang,
"Proses penghancuran dan pembuangan bilirubin jadi
lambat, hingga bilirubin
indireknya tetap tinggi. Fungsi tersebut baru bisa
berlangsung normal bila
organ hatinya sudah matang, yakni sekitar 3-
4 hari setelah lahir." Saat itu hati sudah mampu
mengubah bilirubin indirek
menjadi bilirubin direk, sekaligus membuangnya.
Makanya, bayi kuning
fisiologis biasanya akan mulai terlihat di hari kedua
dan akan mencapai
puncaknya pada hari ketiga sesudah lahir. "Mulanya
kuning di sekitar wajah
lalu menjalar ke tubuh. Bayinya, sih, tetap
terlihat aktif dan sehat. Menyusu dan tangisnya juga
kuat." Melewati hari
ketiga, kadar bilirubin pelan-pelan menurun dan
umumnya di hari ke-7 bayi
tak kuning lagi.


PATOKAN PENTING
Bayi kuning sebetulnya bisa dideteksi orang tua lewat
warna mata bayi. Yang
perlu dipahami, kuningnya karena fisiologis atau
akibat penyakit. Untuk
itu,
ada sejumlah patokan yang patut dipelajari:
. Jika kuningnya timbul dalam 24 jam pertama
setelah Jika dalam sehari
kadar
bilirubin meningkat secara pesat atau progresif.
. Jika bayi tampak tidak aktif, tak mau menyusu,
cenderung lebih banyak
tidur, disertai suhu tubuh yang mungkin meningkat atau
malah turun.
. Jika bayi kuning lebih dari dua minggu.
. Jika air kencingnya berwarna tua seperti air teh.


Nah, bila itu yang terjadi, jangan buang waktu, segera
bawa anak ke dokter
agar tak berakibat fatal. Sebab, seperti dijelaskan
Wati, "Kadar bilirubin
indirek yang terlalu tinggi dapat merusak
sel-sel otak hingga bayi
mengalami
kejang-kejang dan di kemudian hari
bisa memunculkan kelainan neurologis." Dalam keadaan
sehat dan normal, otak
memiliki pelindung hingga tak sembarang zat bisa
menembusnya. Sementara
pada
bayi yang sakit berat, pelindung tadi ikut terganggu
fungsinya. Akibatnya,
zat-zat yang bersifat toksik atau racun, termasuk
bilirubin indirek, bisa
menembus dan masuk ke sel-sel otak. Dampak jangka
pendek, bayi akan
mengalami kejang-kejang. Sementara jangka panjang,
anak bisa mengalami
cacat
neurologis. Jadi, penting sekali mewaspadai keadaan
umum si bayi. Kalau
kondisinya baik, tetap aktif, orang tua tak perlu
cemas. Lain halnya bila
bayinya tidur terus, emoh menyusu, sering muntah,
pasif, suhunya berubah
(panas atau dingin), "Bayi harus terus dimonitor
secara ketat."


AKIBAT KOLESTASIS
Bilirubin direk juga bisa menyebabkan bayi kuning
akibat organ hati
berkelainan/sakit. Kolestasis; apa pun kelainan
pada hati atau sistem
empedu
ini, jelas Wati, menyebabkan terganggunya proses
pembuangan semua bahan
toksik yang seharusnya dibuang oleh hati dan saluran
empedu ke tinja.
Akibatnya, bahan beracun tersebut menumpuk di
hati dan menyebabkan
kerusakan
sel-sel hati. "Bila keadaan ini berlangsung lama dan
terus-menerus, satu
saat hati mengalami komplikasi berat yang disebut
sirosis. Dalam hal ini
sel-sel hati diganti oleh jaringan ikat hingga hati
menciut, keras, dan tak
dapat lagi menjalankan fungsinya yang sangat vital
bagi kehidupan si
individu.
Sekilas, gejala kolestasis sama dengan kuning
fisiologis. "Tapi pada
kolestasis, umumnya air seni berwarna gelap
akibat keluarnya bilirubin
direk
di urin. Yang jelas, penyakit ini perlu segera
ditangani dokter.
Ketidaktahuan, kesalahan, atau keterlambatan diagnosa
dapat mengakibatkan
gangguan pertumbuhan bayi, penyakit hati yang
berlangsung kronis, dan
berkomplikasi sirosis yang ujungnya berakhir dengan
kematian."
Secara garis besar, kolestasis dibagi dua, yakni,
akibat kelainan di dalam
hati, atau akibat kelainan saluran empedu di luar
hati.


Penyebab kolestasis di dalam hati dibagi dua yaitu:
. Akibat infeksi virus, kuman/bakteri, parasit. Semua
infeksi berat di mana
mikroorganisme tadi sudah memasuki peredaran darah,
dapat menyebabkan
kolestasis, karena dibawa oleh darah ke hati dan
merusak sel-sel hati.
Sebagian besar kolestasis pada bayi baru lahir
yang disebabkan infeksi
virus
akan berakhir dengan kesembuhan.
Sedangkan yang diakibatkan infeksi berat (sepsis),
memerlukan terapi
antibiotik yang tepat.


. Bukan disebabkan infeksi. Penyebabnya, antara lain,
penyakit akibat
gangguan metabolisme (bisa karbohidrat, protein atau
lemak maupun gangguan
metabolisme asam empedu). Penyebab lainnya adalah
kelainan
bawaan/kongenital, gangguan pembentukan saluran empedu
di dalam hati,
kerusakan hati akibat obat, sindrom down, atau
kelainan
hormonal seperti hipotiroid, dan sebagainya. Sementara
gejala klinisnya,
antara lain, air seni berwarna cokelat atau kuning
tua, warna tinja amat
pucat atau selang-seling dengan warna kuning. Umumnya
terjadi gangguan
pertumbuhan sejak bayi lahir
(berat lahir kurang). Menurut Wati, sepertiga dari
kolestatis memerlukan
upaya operasi, yang dilakukan sebelum bayi berusia 2
bulan agar hasilnya
optimal.


Kuning Yang Berisiko
Berikut faktor penyebab munculnya kuning yang bukan
fisiologis dan berisiko
membahayakan bayi.
. Infeksi berat : Infeksi yang berat dapat
meningkatkan proses pemecahan
sel darah merah hingga bayi tampak kuning. Infeksi
berat yang dimaksud
adalah infeksi di mana kuman atau mikroorganisme
penyebab infeksi tersebut
sudah menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.
Jadi, bukan infeksi
yang terbatas di satu area saja, semisal di
tenggorokan atau telinga.
. Kekurangan enzim G 6 PD (glukosa-6-fosfat
dehidrogenase):
Enzim ini dibutuhkan oleh rangkaian reaksi yang
berfungsi menghasilkan
sumber energi bagi sel darah merah agar bisa
menjalankan fungsi
metabolismenya. Bila sel darah merah kekurangan enzim
ini, energi pun
berkurang. Akibatnya, sel darah merah akan mudah pecah
atau rusak.


. Beda golongan darah dengan ibu :
Ketidakcocokan golongan darah dapat terjadi bila ibu
rhesus negatif dan
anaknya rhesus positif atau bila ibu golongan darah O
dengan bayi golongan
darah non-O. Namun demikian biasanya perbedaan ini
sudah sejak awal
diketahui dokter kandungan hingga dapat
dilakukan antisipasi yang
diperlukan
guna mencegah terjadinya peningkatan bilirubin
indirek yang drastis. Di
lain
pihak, pada ketidakcocokan golongan darah O, bila
perlu dokter
mempertimbangkan transfusi tukar/ganti darah (exchange
transfusion).


. Penyakit genetik : Ada beberapa penyakit karena
genetik di mana organ
hati tak punya enzim untuk mengubah bilirubin indirek
menjadi bilirubin
direk. Namun kondisi seperti ini relatif jarang
terjadi.


Batas Normal Bilirubin dan Terapi

Pada bayi baru lahir, jelas Wati, pemeriksaan
bilirubin umumnya sudah
termasuk dalam pemeriksaan rutin bayi baru lahir.
"Dalam sekali pengambilan
darah, umumnya sudah termasuk untuk memeriksa golongan
darah, hormon tiroid
gondok, dan enzim tertentu di darah yang biasa disebut
G-6-PD.

Wati juga menyebutkan, batas normal bilirubin bayi
baru lahir tak lebih
dari
10 mg/dl. Lebih dari itu, biasanya akan diberi terapi
sinar (blue light)
saat berada di rumah sakit. Terapi ini bertujuan
mengubah bilirubin indirek
yang toksik menjadi zat yang tidak toksik.
Lama-sebentarnya penyinaran
berbeda pada setiap bayi. Pada bayi kuning fisiologis
yang lahir cukup
bulan, dengan terapi sinar sehari saja kadar
bilirubinnya sudah turun.
Sementara bayi lahir prematur mungkin perlu waktu
lebih lama lagi untuk
menurunkan kadar bilirubinnya. Bayi prematur memang
termasuk rentan
mengalami kuning karena organ tubuhnya belum tumbuh
sempurna. Sementara
mengurangi kuning pada bayi dengan cara menjemurnya di
matahari pagi,
menurut Wati, sudah harus ditinggalkan karena
fungsinya ternyata memang
bukan membantu mengubah bilirubin indirek.
"Boleh-boleh saja menjemurnya di
matahari pagi. Namun tujuannya semata agar bayi kena
sinar matahari,
terutama untuk vitamin D yang diperlukan tulang.
Sebaiknya lakukan pagi
hari
dan tak perlu lama-lama."

Sumber : dari sini

Fabian Almaliq Pradana, keponakanku lahir hari Sabtu tanggal 16 Juli 2011 dengan berat 2,7kg dan panjang 46cm. Setelah 3 hari dirumah ternyata hari Kamis tanggal 21 Juli 2011 harus kembali di rawat di RS lagi karena bilirubinnya tinggi , bilirubin Bian saat itu 17 mg/dl. Hasil tes perhari ini tanggal 22 Juli 2011 hasilnya sudah turun jadi 15 mg/dl.. alhamdulillah sudah turun bilirubinnya, yang sehat ya sayang.. bude insya Allah ke Jakarta dalam waktu dekat..udah ga sabar pengen gendong dede Bian :)
Selengkapnya...

Selasa, 01 Februari 2011

Tips Mengatasi Nyeri Haid

Nyeri haid (dismenorrhea) adalah rasa nyeri/ sakit yang timbul sewaktu akan haid atau selama haid (menstruasi), dengan gejala seperti mulas pada perut bagian bawah sampai ke pinggang dan paha.

Penyebab nyeri haid diantaranya, karena beberapa penyakit (seperti radang panggul), stres, endometriosis, tumor atau kelainan letak uterus. Tapi penyebab nyeri haid yang paling sering, diduga karena terjadinya ketidakseimbangan hormonal dan tidak ada hubungan dengan organ reproduksi.

Seperti yang sudah disinggung diatas, gejala nyeri haid, ditandai dengan nyeri pada perut bagian bawah, yang bisa menjalar ke punggung bagian bawah dan tungkai. Nyeri dirasakan sebagai kram yang hilang-timbul.
Biasanya nyeri mulai timbul sesaat sebelum atau selama menstruasi, mencapai puncaknya dalam waktu 24 jam dan setelah 2 hari akan menghilang. Nyeri haid juga sering disertai oleh sakit kepala, sembelit, mual, atau diare dan sering berkemih. Kadang sampai terjadi muntah.

Untuk mengobati nyeri haid, berikut saya sajikan obat tradisional untuk nyeri haid:
Bahan:
- Bubuk Kulit Kayu Manis (0,5 - 2,5 gram)
- Air Panas (1/2 gelas)

Pemakaian:
Seduh bubuk kayu manis menggunakan air panas. Minum ramuan ini 2 kali sehari dengan dosis yang sama.

Semoga Obat nyeri haid diatas bermanfaat bagi para wanita yang mengalai nyeri saat menstruasi.

Sumber : klik disini
Selengkapnya...

Rabu, 26 Januari 2011

22 CARA MENGAJAR KAN DISIPLIN PADA ANAK

Mengajarkan disiplin pada anak adalah sesuatu yang gampang-gampang susah. Namun, jika Anda tahu kiatnya, sebetulnya ini bisa dilakukan dengan nyaman kok, tanpa harus mengusung kekerasan.

Banyak orang tua yang mengeluhkan perilaku anaknya yang tidak disiplin. Mereka juga mengeluh sudah putus asa menghadapi "kenakalan" anak. Akibatnya, mereka seringkali menggunakan paksaan agar anak mau berdisiplin. Tentu saja, cara ini sebaiknya dihindarkan karena dapat berdampak buruk pada anak.

Yang harus diingat, disiplin tidak hanya melakukan koreksi pada tingkah laku anak semata, melainkan juga mengajarkan anak untuk bisa mengontrol diri dan peduli akan lingkungannya, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi orang yang berhasil di kemudian hari.Nah, di bawah ini ada beberapa pendekatan yang dapat dilakukan untuk membantu anak-anak menjadi pribadi yang berdisiplin.

1. TEGAS
Jika Anda melarang anak untuk tidak melakukan sesuatu, berikan alasan yang masuk akal. Jelaskan dengan cara yang gamblang dan bimbinglah anak. Anak zaman sekarang pasti tidak akan mau menerima alasan seperti, "Jangan makan di depan pintu, pamali!" Beritahu alasannya kenapa dia tidak boleh makan sambil berdiri di depan pintu.

2. BUATLAH KESEPAKATAN
Anak akan meniru apa yang orang dewasa lakukan, begitu juga jika Anda dan pasangan bertindak plin-plan terhadap satu keputusan. Misalnya Anda tidak setuju dia melompat-lompat di tempat tidur, sementara pasangan membiarkan hal itu. Ini hanya akan membuat anak bingung dan berakibat mengabaikan larangan Anda. Buatlah kesepakatan dengan suami atas setiap keputusan agar anak pn dapat mudah bersikap.

3. KOMPROMI
Anak-anak tidak selalu bisa mengatasi dan membedakan mana persoalan besar dan mana persoalan kecil. Jadi, berkompromi dan cobalah untuk mengerti mereka. Tindakan kompromi ini akan membuat anak merasa diawasi dan membuatnya menjadi lebih mudah menghadapi persoalan yang lebih besar lagi di kemudian hari. Misalnya, jika dia lalai menengok kiri-kanan saat akan menyeberang jalan, lain kali tidak akan begitu lagi.

4. NYATAKAN KEBERATAN DENGAN JELAS
Akan lebih baik jika Anda menyatakan keberatan pada tingkah anak dengan alasan yang jelas, seperti, "Berhentilah melempar-lempar mainanmu, nanti rusak, Sayang," daripada berteriak, "Hei, jangan dilempar-lempar!"

5. BERI ANAK PILIHAN
Ahli menyarankan, jika anak mengobrak-abrik buku dari lemari yang ada di ruang keluarga, Anda dapat mengatakan, "Maukah kamu berhenti 'bermain' buku dan membaca saja di kamarmu?" Jika dia tidak mempedulikan pekataan Anda, dengan cara lem-but namun tegas, Anda dapat membimbingnya ke kamar dan mengatakan bahwa dia dapat kembali ke ruang keluarga jika mau mendengarkan kata-kata Anda.

6. BERI PERINGATAN
Jika anak tahu aturan yang telah Anda buat -- pada usia anak tertentu -- yang perlu Anda lakukan hanyalah bertanya pada saat dia melakukan pelanggaran. Dia akan langsung merasa segan pada Anda, karena konsekuensi/sanksi yang harus diterimanya segera setelah ,ia membuat pelanggaran. Jika Anda terbiasa membuat batasan peringatan hingga hitungan 5, kurangi pada hitungan ke-3, sehingga anak akan belajar untuk segera bersikap setelah Anda memberi peringatan.

7. BERI TAHU DAMPAK BURUK DARI TINDAKANNYA
Jangan lupa, jelaskan dengan jelas dan sederhana, apa yang akan Anda lakukan dan kenapa. Misalnya, "Mama simpan pisaunya ya, nanti bisa melukai tanganmu!", atau "Mama minta kamu jangan main air, nanti lantainya jadi licin dan bisa bikin orang jatuh."

8. JANGAN TUNDA HUKUMAN
Jika Anda ingin menghukum anak karena tidak disiplin, hukumlah segera setelah Anda menemukan ketidakdisipinannya. Jangan menunda hukuman, karena anak tidak akan mau menerima hukuman beruntun atau mengulangi kesalahan. Berilah hukuman yang mendidik, seperti menyapu, merapikan tempat tidur atau membersihkan kamar mandi.

9. PERPENDEK MASA HUKUMAN
Setelah anak Anda menjalankan, kembalilah pada kegiatan masing-masing. Jangan diungkit-ungkit lagi kesalahan yang ia perbuat dan yakinkan dia sudah jera untuk mengulanginya.

10. TETAP TENANG
Marah sambil berteriak, membentak, menceramahi anak tanpa henti, akan membuat Anda menjadi orang yang melakukan tindak kekerasan verbal pada anak, dan ini justru akan merusak penghargaan anak pada Anda. Tetap tenanglah sekalip pun anak melakukan tindakan yang membuat Anda naik darah.
11. DUDUK SAAT BERBICARA
Ketika Anda berbicara dengan anak, terutama saat memberi kritikan, bertekuk lututlah atau sambil duduk, agar pandangan mata Anda sejajar dengan mata anak. Tak perlu merasa kehilangan respek dengan sikap seperti ini, malah sebaliknya, dia akan semakin menghormati dan menghargai Anda.

12. JANGAN BERCERAMAH
Ajak anak berdiskusi ketimbang menceramahinya panjang-lebar. Gulirkan pertanyaan-pertanyaan seperti, "Bebrohong itu baik tidak, ya untuk anak-anak?" atau "Apakah kamu suka jika ada orang mengganggu kamu di sekolah?" Cara ini, selain membuat anak lebih disipin, juga akan membiasakan anak untuk menyelesaikan persoalan dengan diskusi.

13. KRITIKLAH SIKAPNYA, BUKAN DIRINYA
Meski tampaknya tidak bernada keras, kalimat seperti, "Sudah berkali-kali Mama bilang ..." atau "Setiap saat kamu kok ...," tetap memberi kesan pada anak bahwa dia seolah ditakdirkan untuk selalu mengecewakan Anda, apa pun yang dia perbuat. Jadi, kritiklah perbuatan atau sikapnya, bukan pribadinya. Misalnya, "Mama tidak suka kamu berbohong."

14. TUNJUKKAN SIKAP POSITIF
Banyak orang tua yang menghabiskan waktu dengan mengritik sikap buruk anak, sementara untuk memberi pujian atas sikap positif anak sepertinya mereka kekurangan waktu. Sesekali Anda perlu mengucapkan kalimat-kaimat pujian, seperti, "Mama senang kamu mau membereskan mainanmu dan menyimpannya di tempat semula."

15. BERMAINLAH BERSAMANYA
Buatlah permainan semacam "siapa cepat dia dapat" untuk mengajarkan suatu disiplin tertentu. Permainan ini akan melatih anak segera bertindak cepat setelah ada aba-aba. Misalnya, berlomba membereskan mainan.

16. MEMAKLUMI KONDISI ANAK
Jangan teralu royal dalam menerapkan disiplin pada anak. Cobalah memaklumi hal-hal yang dapat memicu anak kesal dan jengkel, terutama di saat dia kelelahan, lapar, atau saat dia sakit. Minimalisasi hal-hal tersebut untuk mengurangi kejengkelan anak. Misalnya, jangan meminta anak untuk segera membereskan kamar saat dia sakit atau sepulang sekolah.

17. JANGAN SEKALI-SEKALI MEMUKUL
Hal itu akan berpengaruh buruk bagi anak, juga Anda. Anak yang pernah ditampar orang tuanya akan merasa menderita. Ini juga akan mengajarkan pada anak untuk menyelesaikan persoalan dengan cara kekerasan.

18. JANGAN MENGGUNCANG TUBUHNYA
Seringkali, saking jengkelnya, orang tua mengguncang-guncang tubuh anak. Sepertinya tindakan ini tidak begitu keras, jika dibandingkan menampar. Namun, dampak buruknya hampir sama saja. Apalagi jika Anda mengguncang anak yang masih kecil. Bisa-bisa malah berakibat fatal karena akan membuat kerusakan pada otak anak.

19. JANGAN MENYUAP
Jangan membiasakan memberi uang pada anak saat Anda memintanya untuk mengerjakan atau melarang sesuatu. Akibat kebiasaan ini adalah, anak tidak akan mau mengerjakan atau menghindari sesuatu jika belum diberi uang.

20. BERSIKAPLAH SEBAGAI ORANG DEWASA
Bersenda-gurau dengan cara menggigit atau menarik-narik rambut anak untuk menunjukkan rasa sayang sepertinya sesuatu yang wajar. Padahal, cara ini salah. Sebaiknya, bersikaplah sewajarnya, seperti menggenggam tangannya, memeluk, atau memberi ciuman.

21. HADAPI RENGEKAN
Katakan pada anak untuk tidak merengek saat meminta sesuatu, dan tegaskan bahwa Anda tidak akan mengabulkan permintaannya jika ia merengek, kecuali jika dia meminta dengan sikap yang manis dan sopan.

22. PERLIHATKAN CONTOH YANG BAIK
Anak adalah makluk yang belajar dengan cara meniru. Jadi, jika suatu waktu anak melihat Anda berdebat dengan suami tanpa menggunakan kekerasan, dia pun akan meniru sikap baik Anda itu. Tapi sebaliknya, jika Anda dan suami berdebat dengan cara yang kasar, anak pun akan meniru sikap tersebut.

Yang terpenting dari ke-22 cara di atas adalah Anda harus mengerti kondisi anak. Berusaha untuk membuatnya menjadi lebih disiplin tanpa memahami bagaimana dan apa yang dia lakukan, sama halnya seperti menuangkan sirup ke dalam botol tertutup. Percuma saja dan hanya akan memperburuk keadaan di kemudian hari.

Hubungan dan komunikasi yang baik sangat perlu. Yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal ini segera adalah Anda hanya perlu bertanya pada anak, apa yang terjadi dan mengapa dia berbuat seperti itu. Pada beberapa kasus, anak akan mengatakan masalahnya pada orang tua. Namun, jika dia tidak mau berterus-terang dan Anda tidak mempunyai cara lain untuk bertindak, berpikirlah positif. Itu jauh lebih baik dan akan menghindarkan Anda menjadi orang tua yang otoriter

Sumber : dari sini
Selengkapnya...

Senin, 24 Januari 2011

Makanan Fastfood untuk Ibu Hamil


Siapa bilang kalau sedang hamil tidak boleh mengkonsumsi makanan fastfood? Boleh kok! Tapi, fast food untuk wanita hamil adalah seperti 8 contoh makanan dibawah ini yang bisa dijadikan makanan ‘fastfood’ untuk para Mom’s yang sedang hamil dan di rekomendasikan oleh ahli Diet . Apa saja sih?

1. Mangkuk yang berisi buah buahan dan sayuran. Tinggal pilih buah buahan dan sayuran segar (kalau bisa) organic dalam satu mangkuk. Makanan seperti ini lebih sehat dan penuh serat dibandingkan segelas syrup atau makanan manis lainnya.

2. Susu kedelai. Siapkan satu botol susu kedelai di kantor Mom’s. Tidak usah disajikan dingin, dengan satu botol susu kedelai sudah dapat memenuhi seperti kebutuhan calcium harian dan vitamin d. Konsumsi selama kehamilan.

3. Raisin. Satu ons nya saja, mengandung 2 gram serat, 4 % zat besi yang dibutuhkan tubuh harian dan 1 gram protein.

4. Yoghurt. Didalam yogurt mengandung 25 % kebutuhan calsium harian, protein, serat, vitamin dan mineral.

5. Salad. Buatlah ramuan salad Mom’s sendiri. Bisa diisi dengan selada, mentimun, bayam, wortel, tomat, kentang, kacang2ngan dan lain lain.

6. Baby carrot. Wortel yang imut dan kecil kecil ini mengandung banyak vitamin dan serat. Dicampur dengan yogurt juga enak, atau ditemani dengan brokoli, bunga kol dan bayam saat makan malam juga bisa.

7. Oatmeal. Sarapan dengan oatmeal mungkin sudah biasa. Tapi kebiasaan ini jangan dihilangkan karena oatmeal kaya akan serat, vitamin dan mineral. Dicampur susu dan buah …uh…lezatnya.

8. Keju. Calsium, fosfor tingginya dapat membantu mom’ s untuk terhindar dari keropos tulang.

Masih banyak lagi jenis makanan sehat yang bisa di jadikan makanan fast food untuk Mom’s. Siapa bilang hidup sehat itu susah?

Sumber : klik disini
Selengkapnya...